Thursday, 26 May 2011
Padang: Jalan Kaki Keluar Bandara Minangkabau
Kami keluar dari pintu bandara daaaaaan disambut sejuta umat. Mereka adalah penyedia jasa travel, tukang ojek, pengendara taksi, kondektur bus, dan lainnya. Kami langsung diserbu. Tips pertama yang bisa saya sampaikan adalah jangan tampakkan muka linglung. Kami mencoba berkeliling bandara ke kanan ke kiri. Seorang penyedia jasa travel terus meneror kami dan selalu mengikuti kami, bahkan saat kami menuju toilet pun mereka ikut!!
Kami mencoba sabar. Saya memberanikan diri bertanya, “Ke Bukittinggi berapa Da?” si Uda menjawab mobil kita siap, eksklusif, Rp244.000!!! Mantep banget, langsung miskin kalo naik travel itu. Saya bilang ke Uda bahwa dana segitu itu total transportasi selama di sini dan kami tidak punya banyak uang. Si Uda nawarin lagi, ada yang sharing sama yang lain, per orang Rp60.000. Lagi saya menjawab, budget kami tidak sebanyak itu. Eh dengan lantangnya si Uda nimpalin masa segitu doang nggak ada duit kan bisa dibayarin kantor. Hu palalu peyang, orang pake tas ransel gini dan muka linglung bisa-bisanya dibayarin kantor. Akhirnya dengan penjelasan sedikit, kami dilepaskan. Senang terlepas dari si Uda berambut jabrik itu, dateng lagi Uda lain yang berkumis lebat, ga jadi senang. (maaf diksinya tidak baku, hehe)
Kami mencoba bertanya ke information center di mana masjid paling dekat dari bandara dan kami diberitahu bahwa masjid ada di luar bandara, sekitar 500 meter dari information center tersebut. Untuk lepas dari jeratan penawar-penawar jasa transportasi itu, kami berdalih mau ke masjid. Kami pun jalan kaki ke arah masjid. Dan ternyata masih saja diikuti, ck ck ck. Biarkan, kami anggap ini tantangan, seberapa jauh mereka mau berjalan kaki. Kami tetap melanjutkan saja. Kami melewati masjid dan menuju kantor polisi bandara. Kami bertanya kepada Pak Polisi cara termurah menuju Bukittinggi. Dengan ramah Pak Polisi menjawab di ujung jalan ini, nanti ketemu flyover, nah di situ nanti banyak travel jurusan Padang – Bukittinggi, sekitar Rp20.000. Nah ini nih yang dicari, yang masuk kantong anak muda, hehe.
Alhasil kami jalan kaki saja walaupun Pak Polisi meyarankan untuk naik ojek. Kami menikmati saja berjalan kaki keluar bandara ini, toh masih pagi dan semangat. Jaraknya kata Pak Polisi sih sekitar 2 km, tapi nyantanya adalah 3 km, lumayan jauh, lumayan banget. Mungkin inilah hal yang tidak masuk akal, jalan kaki keluar bandara, haha. Saya tak habis pikir mengapa kami bisa-bisanya berjalan kaki keluar bandara. Sebegitunyakah keras kepala kami yang menolak tawaran sejuta umat tadi. Tapi kami yakin jalan kaki 3 km ini berharga mahal. Dengan jalan kaki 3 km ini, kami menghemat hingga Rp100.000. (cara hitung: travel = 244, bagi 2 = 122, travel dari flyover = 20, jadi 122-20 = 102.000, hemat kan).
Di tengah jalanan yang sepi melintas sebuah motor dan pengendaranya berteriak, “Jalan saja sampai Jakarta!!!!” sedihnya, haha, tapi nggak deng, biarkan. Akhirnya sekitar hampir setengah jam, kami tiba di sebuah persimpangan jalan di bawah flyover. Jalan ini sangat ramai dan saya simpulkan, ini adalah jalan raya dari Padang menuju Bukittinggi.
Sebelumnya saya harus mendeskripsikan dulu Sumatera Barat dari pandangan pertama saya. Ketika saya tiba di bandara, sisi kanan bandara sedang direnovasi. Keluar dari bandara, langsung dipamerkan keangkuhan Bukit Barisan di depan mata, sungguh indah, rimbunan pepohonan hijau terlihat dari bandara. Ketika pandangan saya alihkan, lingkungan bandara ini juga indah. Taman-taman terlihat subur dan warna-warni unsur Minang terlihat di ornamen bangunan bandara dan sekitarnya. Bandara ini memang jauh lebih kecil dari Soekarno-Hatta, tapi terlihat sangat terawat.
Kembali ke perjalanan kami mencari travel menuju Bukittinggi. Tak sampai sepuluh menit menunggu, sebuah mobil travel bertuliskan Bukittinggi Wisata kami berhenti depan kami, si Uda bertanya, “Bukik!?” entah memberi tahu atau bertanya, saya menganggukkan kepala. Kami bertanya terlabih dahulu, si Uda menjawab Rp20.000, saya mencoba menawar nggak Rp15.000 saja Da, dibalas lagi, biasanya juga Rp20.000, saya iyakan saja dan membayar Rp40.000 untuk berdua. Alhamdulillah kami dapat angkutan menuju Bukittinggi dengan biaya Rp20.000! Yeay!
Persiapan ke Sumatera Barat
Keisengan terus berlanjut, saya menulis status di facebook akan menjelajah Sumatera Barat di April nanti. Teman saya yang sebelumnya adalah rekan jalan ke Semarang – Solo – Jogja menanyakan lebih lanjut mengenai rencana saya ini. Saya jelaskan dan deal, kami pergi berdua dan sesegera mungkin membeli tiket dan menyusun itinerary. Tiga hari kemudian di hari Sabtu, kami ke arah Pasar Baru, tepatnya di Kantor Pusat Batavia Air. Ya kami memilih Batavia Air dengan alasan harga tiketnya termurah di hari keberangkatan dan kepulangan yang kami pilih. Uhuy, rencana yang sangat dadakan.
Hari terus berlanjut dan tak terasa setelah melewati UTS, kami ada di hari-H. Saya dan teman saya diantarkan oleh orang tua rekan saya ke Stasiun Gambir, rencana kami adalah naik Damri ke Bandara. Pukul 5.30 Damri mulai jalan. Harga tiketnya Rp20.000. Perjalanan pagi terasa cepat karena jalanan masih lengang dan itu adalah hari libur. Kami tiba di bandara sekitar pukul setengah tujuh dan suasana Bandara Soekarno-Hatta sudah ramai. Masuk ke terminal 1C dan langsung menukar tiket dll. hingga akhirnya masuk ke ruang tunggu.
Suasana semakin memanas, tapi saya tak akan menceritakannya karena terlalu menjemukkan. Akhirnya kami diperbolehkan masuk ke pesawat pukul 9.00, lumayan banget hilang satu setengah jam. Kami jadi penumpang yang masuk pertama. Waktu terus berjalan, semua penumpang sudah duduk manis dan sabar. Pesawat belum juga lepas landas. Bapak yang duduk di depan saya menanyakan kepada seorang pramugari mengenai alasan pesawat tak kunjung terbang. Dan jawabannya adalah eng ing eng, kelebihan penumpang. Sumpah saya tidak habis pikir bagaimana ini bisa terjadi, ck ck ck. Akhirnya urusan selesai entah bagaimana caranya, kami lepas landas 9.15. Selamat tinggal Jakartaaaa!
Gebyar Wisata Nusantara 2011


GWBN (Gebyar Wisata & Budaya Nusantara) telah terbukti sebagai pameran terbesar dan terlengkap pariwisata yang telah dipercaya oleh masyarakat pariwisata Indonesia sebagai rujukan untuk berpromosi dan referensi bagi masyarakat dalam menetapkan rencana kunjungan berwisata ke berbagai daerah di Indonesia.
GWBN telah berlangsung selama 8 tahun, sejak 2002, diikuti oleh lebih dari 150 institusi terdiri dari pemerintah daerah, pengelola objek wisata, biro perjalanan wisata, hotel dan perusahaan batik, kerajinan, dan
cinderamata khas daerah.
GWBN untuk yang ke 9 kalinya diselenggarakan pada tanggal 26 – 29 Mei 2011 di JCC dan akan lebih lengkap dan meriah karena akan ditampilkan paviliun khusus yang terdiri dari:
1. School Holiday Package Sale 2011
2. Indonesia Bycicle Show 2011
3. Gebyar Batik & Kerajinan Nusantara 2011
Website: Gebyar Wisata Nusantara 2011
Saturday, 14 May 2011
Festival Museum Day 2011
Sehubungan dengan International Council of Museum (ICOM) telah menetapkan tanggal 18 Mei sebagai hari Museum Internasional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta akan menyelenggarakan serangkaian acara yang diberi nama Festival Museum Day 2011 dengan tema "Museum and Memory". Tujuan acara ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat umum terutama kaum muda lebih mengenal dan mencintai museum. Acara ini akan diadakan pada:
Hari : Rabu, 18 Mei 2011
Waktu : 08.00-18.00 WIB
Tempat : Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat
Serangkaian acara yang akan berlangsung yaitu :
1. PAMERAN MUSEUM
Pameran ini diikuti oleh 43 museum di Jakarta se-DKI Jakarta. beberapa peserta pameran nanti akan menampilkan beberapa atraksi saat acara. seperti Museum Bank Indonesia yang menmapilkan demo cara membedakan uang palsu, dan demo perawatan uang kuno, lalu ada Museum Layang-layang yang akan menampilkan demo membuat layang-layang, serta masih banyak lagi.
2. BAZAAR
Dimeriahkan oleh stand dari komunitas Kotatua, Cinderamata, Barang-barang antik, Makanan dan Minuman
3. LOMBA-LOMBA
Dalam acara ini akan diadakan beberapa lomba yang mengikutsertakan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, dengan hadiah jutaan rupiah, dan bingkisan manarik seperti voucher dari 7eleven, Sepeda Wim Cycle dan masih banyak lagi.
Lomba-lomba tersebut yaitu:
-Ngerumpiin Museum Story
Story teller yang ditampilkan tentang "Cinta Museum". Peserta lombanya adalah pelajar yang terdiri dari minimal 3 orang/tim, Mereka akan bercerita dengan gaya lenong.
-Amazing Museum Race
Peserta berjumlah minimal 3 orang/tim, mereka akan mencari stand museum tertentu untuk dapat menjawab cepat pertanyaan seputar museum. semakin banyak pertanyaan yang dapat dijawab dengan tepat dan dalam waktu singkat, mereka yang menang.
-Fotografi
a. Lomba Foto Amatir
Peserta adalah fotografer amatir. Objek foto bertema "Museum and Memory"
b. Lomba Foto Narsis
Peserta adalah individu/kelompok yang "bergaya" dengan latarbelakang "Museum and Memory"
-Jingle Repdut Museum
Peserta adalah kelompok yang menyanyikan lirik dengan irama dangdut atau Rap tanpa alat musik (acapella)
-Sepeda Ontel
Lomba Mengayuh sepeda ontel dengan penumpang terbanyak.
4. ATRAKSI KESENIAN BETAWI
Menampilkan kesenian khas Betawi, seperti Ondel-ondel, Marawis, Tanjidor, Tari Lenggang Nyai dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya atraksi ini membuat acara lebih meriah sekaligus menambah pengetahuan mengenai budaya Betawi terutama di kalangan remaja.
5. ATRAKSI PERMAINAN TRADISIONAL
Menampilkan aneka permainan tradisional Indonesia, mulai dari enggrang, engklek, ular naga dan sebagainya.
6. TALKSHOW
Acara ini diberi nama Bincang-Bincang Museum "Quo Vadis Museum?" dengan pembicara
- Prof Sulistyo Basuki
Guru Besar Universitas Indonesia, Pakar Dokumentasi Knowledge dan Manajemen
- Adolf Heuken SJ
Penulis, Peneliti, dan Pakar sejarah Jakarta
- Drs. Yunus Arbi, MA
Direktorat Peninggalan Purbakala, Pakar Permuseuman
7. PENANDATANGANAN SPANDUK 200 METER
Penandatanganan spanduk sepanjang 200 meter dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) 2010-2014. Acara ini merupakan bukti kesepakatan kita dalam mendukung Gerakan Nasional Cinta Museum. Spanduk ini akan ditandatangani oleh seluruh pengunjung yang hadir dalam acara ini.
Menarik bukan ?? Ayo teman-teman Jakarta, tunggu apalagi, ajak teman-teman untuk datang ke Festival Museum Day 2011. Buktikan kalo kamu cinta Jakarta. Cinta Jakarta, ya Cinta Museumnya.
Info dan Pendaftaran:
Panitia Festival Museum Day 2011
Jl. Cikoko Timur Raya No.12 Pancoran-Jakarta Selatan
Telp. 021-794 5528, 799 1398, 98293715, Faks: 021-799 1398
Email: info@geminimitra.com , geminimitragemilang@gmail.com
Website: www.geminimitra.com
Facebook: Festival Museum Day 2011
Twitter: Festival Museum Day 2011


