Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Friday, 27 July 2012

Travel Choice Travelounge Juli 2012

Bulan Juli ini saya diberi kado dari Majalah Travelounge. Tulisan dan beberapa foto saya yang berjudul "10 Hari, Tiga-Empat Pulau Terlampaui" dimuat di majalah khusus Bandara Soekarno-Hatta tersebut. Saya mengunjungi Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Beras Basah, juga Jawa selama sepuluh hari berkelana pada awal tahun 2012. Bersama tiga teman lainnya, kami merasakan bekunya Bromo, melihat mistisnya Toraja, mencicipi kudapan asli Makassar, memacu adrenalin di Bukit Bangkirai, menjadi gosong di Beras Basah, dan menikmati budaya Dayak di Desa Pampang. Selamat membaca!





Saturday, 30 June 2012

#GrandTour: Itinerary dan Investasi di Jawa Timur

Jadi, itinerary kami selama di Jawa Timur adalah sebagai berikut:

Sabtu, 28 Januari 2012
18.00 --- Stasiun Pasar Senen Jakarta - Stasiun Pasar Turi Surabaya (KA Gumarang)

Minggu, 29 Januari 2012
06.00 --- Tiba di Stasiun Pasar Turi
06.15 --- Menuju Terminal Purabaya (bus kota)
06.45 --- Sarapan dan istirahat di Terminal Purabaya
07.30 --- Menuju Terminal Bayuangga Probolinggo (Patas AC)
10.00 --- Menunggu teman di Probolinggo
11.00 --- Menuju Bromo (elf)
13.00 --- Tiba di Bromo dan keliling Bromo

Senin, 30 Januari 2012
03.30 --- Bersiap ke Pananjakan
04.00 --- Menuju Pananjakan (sunrise time)
06.00 --- Menuju Lautan Pasir dan Kawah Bromo
08.30 --- Kembali menuju Probolinggo
10.30 --- Menuju Surabaya
13.00 --- Tiba di Surabaya
15.00 --- Keliling Surabaya (Monkasel, Balaikota, Surabaya Plaza, Grand City Mall)

Selasa, 31 Januari 2012
08.45 --- Menuju Terminal Purabaya
09.45 --- Menuju Bandara Juanda
11.40 --- Terbang ke Makassar

Nah, untuk budget (saya menyebutnya investasi karena memberi return, hehe) selama di Jawa Timur seperti di bawah ini:
(klik untuk memperbesar)

Saturday, 23 June 2012

#GrandTour: Jalan-jalan 'Tajir' di Surabaya dan Setengah Mati ke Bandara Juanda

Ada dua hal berkesan selama 20 jam-an di Surabaya (setelah dari Bromo dan sebelum ke Makassar). Yang pertama berkaitan dengan budget dan yang kedua dengan tingkat kesetresan.

Jalan-jalan 'Tajir' di Surabaya

Sampai di penginapan di daerah Kayoon Surabaya (Sparkling Backpacker Hotel), kami istirahat sebentar dengan menonton tv yang ada di kamar sembari menjemur pakaian yang basah. Menjelang petang, kami keluar untuk mencari makan. Dengan 'keterbatasan dana' yang ada, kami makan di salah satu restoran fast food di Plaza Surabaya. Kemudian menyempatkan membeli cemilan dan oleh-oleh untuk teman.

Sembari jalan-jalan malam, Riyan memiliki misi lain. Dia juga mencari benang dan jarum untuk menjahit tasnya yang rawan putus. So, jalan-jalan kami menelusuri tempat yang menjual benang dan jarum. Karena tidak menemukan di toko-toko yang ada di Plaza Surabaya. Kami menuju Grand City Mall. Beruntung di salah satu hipermarket di mal ini ada. Nah kemudian kami iseng menjelajah mal ini. Ketika melewati XXI, munculah ide untuk menonton. Akhirnya setelah sedikit berunding, kami memutuskan menonton The Thing.

Ada sisi waras dan tidak warasnya sih. Sisi warasnya adalah kami juga manusia yang membutuhkan hiburan dan kesenangan lainnya dengan makan-makanan fast food dan nonton di bioskop. Sisi tidak warasnya adalah kami bisa alokasikan dana hura-hura kami untuk hal-hal yang lebih penting dan mendesak di kemudian hari. Haha, walau jalan-jalan bawa tas punggung, ya gapapalah bersikap sok tajir. Peace!

Rute jalan-jalan kami, dari Sparkling Backpacker Hotel - Plaza Surabaya - Balaikota Surabaya - Grand City Mall


Setengah Mati ke Bandara Juanda

Keesokan harinya, munculah pengalaman kedua yang super deg-degan. Kami bangun pagi tapi agak siang, sekitar jam 6-an. Terus buru-buru salat, mandii, dan packing. Setelah saya selesai melakukan semuanya, saya menengok suasana Surabaya pagi hari dan ternyata HUJAN (lebay banget pake huruf kapital, kan emang Januari musim hujan). Langsung saya lapor ke yang lain dan bergerak cepat. Logika kami adalah kami akan menuju Bandara Juanda dengan menggunakan bus kota ke Terminal Purabaya yang jam kedatangannya tak dapat diperkirakan dilanjutkan dengan Damri Bandara. Jadi, kalo hujan jalanan akan lebih macet. Penerbangan kami adalah pukul 10.40.

Kemudian kami berdiskusi sejenak dengan mas-mas resepsionis mengenai taksi atau kendaraan lain menuju bandara. Katanya taksi tarifnya hingga 120.000, whew. Agak setres, tapi kami tak mau rugi dengan memanfaatkan breakfast yang kami peroleh. Saking setresnya jatah dua orang kami gunakan tiga orang, hehe.

Lanjut ke masalah transportasi. Kami akhirnya memutuskan menggunakan bus kota dan damri. Pukul 7.00 kami sudah menunggu di depan Stasiun Gubeng dengan pakaian yang sebelumnya sudah dikeringkan kini basah lagi. Kami bertanya ke beberapa orang di depan stasiun mengenai bus kota yang langsung ke Terminal Purabaya. Katanya ada, namun sangat jarang. *garisbawahi sangat*.

Pukul 7.30
bus belum muncul. Ada seorang bapak menghampiri kami menanyakan tujuan kami. Dia mengatakan ada kendaraan untuk mengantar dengan biaya 80.000 (kalau tidak salah). Kami masih sabar menunggu, sehingga tawaran tersebut kami tolak.

Pukul 8.00 bus belum muncul. Kami mulai gila ditemani rintikan hujan. Stasiun menjadi ramai. Banyak orang berseliweran. Beberapa menanyakan tujuan kami. Mulai sedikit tertarik dan menghitung cost and benefit tawaran mereka.

Pukul 08.30 bus belum muncul. Kami ancang-ancang buat plan cadangan. Tapi Ade tetep teguh karena kami sudah menunggu lama, pasti bus sudah semakin mendekat. Dan memang benar, sekitar pukul 08.45 sebuah bus tujuang Terminal Purabaya datang! Syalala, deg-degan "sesi 1" lewat.

Di dalam bus, tak banyak orang, tetapi di jalanan banyak sekali kendaraan dan itu bikin setres "sesi 2". Sepanjang perjalanan menuju terminal cukup banyak lampu merah. Setiap lampu berganti hijau, saking setresnya saya seakan mencoba meniup supaya bus berjalan lebih cepat (gila ini namanya). Akhirnya pukul 09.30 kami tiba di terminal dan langsung menuju pangkalan damri bandara. Kebetulan ada satu yang sudah sebagian terisi penumpang, kami langsung naik saja.

Damri berjalan pukul 09.45 dan dikatakan bahwa menuju bandara memakan waktu 30 menit, which is pukul 10.15 dan penerbangan kami pukul 10.40. Ulalala. Di tengah perjalanan, damri ini berhenti dan menunggu penumpang lagi. Huaduh. Dag dig dug "sesi 3". Kemudian setelah belok ke Jalan Ir. H. Djuanda, saya pikir sudah dekat, eh tapi ada beberapa lampu merah yang harus dilalui. Semakin dagdigdug. Daaan kami tiba di depan loket Citilink pukul 10.15. Hufff!

Elus-elus penerbangan Citilink GA 070 yang tidak jadi kami tinggalkan

Apa yang kami lakukan jika harus ketinggalan pesawat. Apalagi tujuan utama saya sebenarnya adalah Makassar. Si Riyan punya rencana ke Jogja aja, sedangkan saya dan Ade merencanakan naik pesawat selanjutnya, hehe. Beruntung cerita ini memiliki happy ending. Kami bisa check-in tepat waktu, boarding lancar, dan penerbangan melintasi Laut Jawa juga lancar. Jantung ini sudah kembali dalam kondisi netral. Jugaaa dengan biaya yang seminim mungkin. Hamdalah!!!!

*sumber gambar bis kota Surabaya: surabaya.detik.com

#GrandTour: Transportasi Menuju Bromo

Mengenai transportasi menuju Bromo, saya sempat nge-tweet untuk membantu teman-teman. Untuk melengkapi saya masukkan di blog ini. Semoga bermanfaat

1. @dungsieben: Jakarta-Surabaya: bisa menggunakan kereta api, pesawat, bis, bahkan kapal, sesuailan dgn budget, kenyamanan, waktu yg Anda miliki #Bromo

2. @dungsieben: Transportasi yg direkomendasikan adlh pesawat atau kereta api, utk pesawat cek2 harga @Citilink kalo di bawah 200K oke banget #Bromo

3. @dungsieben: Kalau kereta api ada banyak pilihan mulai dari eksekutif hingga ekonomi, exa mulai dari 280K, bisnis 150K, ekonomi di bawah 50K #Bromo

4. @dungsieben: Surabaya-Probolinggo: krn kmrn naik kereta api Gumarang turun di Ps. Turi, share transport dari Ps. Turi aja ya #Bromo

5. @dungsieben: Keluar dari stasiun, jln kaki belok kiri ke Ps Turi Trade Center Jln Dupak, kira2 500mtr, tunggu bis kota jurusan Term. Bungurasih #Bromo

6. @dungsieben: Ongkos bis kota 4K saja, bis kota lewat tol dan lama perjalanan sktr 30 menit krn tidak macet #Bromo

7. @dungsieben: Tiba di Terminal Purabaya atau disebut juga Bungurasih, menuju ke lajur bus antarkota dalam provinsi, ada pilihan ekonomi & patas #Bromo

8. @dungsieben: Kemarin menggunakan patas ac tujuan Srby-Probolinggo-Jember tarif 23K sekitar 2,5 jam dan turun di Terminal Bayuangga Probolinggo #Bromo

9. @dungsieben: Probolinggo-Bromo: tiba di terminal Probolinggo, ada elf khusus yg menuju #Bromo pangkalannya ada di luar terminal, tarif 25K

10. @dungsieben: Nah elf menuju #Bromo ini menunggu penumpang penuh baru berangkat, jadi persiapkan diri Anda, perjalanan ke Bromo sekitar 2 jam

11. @dungsieben: Elf Bromo ini mengantarkan kita dari Terminal Bayuangga Probolinggo hingga depan Hotel Cemara Indah #Bromo

12. @dungsieben: Elf menuju Bromo ini kalau sudah jam 4 sore udah sangat jarang, biasanya Anda diminta men-charter

13. @dungsieben: Dan jangan salah, elf #Bromo ini sudah eksis di kalangan turis mancanegara, jangan heran jika banyak bule yang naik

14. @dungsieben: Untuk kembali ke Probolinggo, bisa naik elf #Bromo ini, nah biar tdk menunggu lama, bilang sama pak supir mau dijemput kapan

15. @dungsieben: Dari Cemorolawang menuju kawah #Bromo atau Gn. Pananjakan bisa sewa jeep, naik ojek, naik kuda, atau jalan kaki, yg plg ok sewa jeep

16. @dungsieben: Nah sewa jeep sekitar 350K dpt diisi 7 org, kalau Anda ber-3 atau kurang, bisa minta tolong penyedia jasa jeep utk gabung dgn orang lain

@dungsieben: *Oh ya Cemorolawang td itu adalah dusun terdekat dengan kawah #Bromo dan Gn. Pananjakan*

17. @dungsieben: Nah, untuk kemudahan bertanya jadwal keberangkatan elf #Bromo & sewa jeep bisa hub. Bpk Manitro 081217357337 *bukan twit berbayar*

18. @dungsieben: Demikian share pengalaman pp Surabaya-Bromo dgn transportasi umum yang murah dan oke, semoga bermanfaat #Bromo

sumber gambar: mashable.com

Catatan #GrandTour (Jawa Timur)

Bersambung dari mimpi ini (lihat post ini) akhirnya perjalanan menuju Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur kesampaian juga. Catatan #GrandTour terdiri dari tiga bagian sesuai provinsi yang kami kunjungi. Pada bagian pertama ini, Jawa Timur, akan diceritakan secara singkat pengalaman selama di Surabaya, Probolinggo, dan Bromo!

Hari 1: Jakarta - Surabaya
Perjalanan kami dimulai dengan menumpang Kereta Api Gumarang tujuan Surabaya. Kereta berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta pukul 6 petang dan akan tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 6 pagi keesokan harinya. Kami memang memilih berangkat malam hari agar paginya bisa langsung melanjutkan perjalanan. Sepanjang malam, kami tertidur untuk mempersiapkan tenaga kami.

Hari 2: Surabaya - Bromo
Tiba pagi hari di Surabaya, kami langsung naik bus kota tujuan Terminal Bungurasih. Di terminal, kami rehat sejenak menikmati soto ayam dan teh manis. Kemudian kami naik bus Patas AC menuju Probolinggo. Perjalanan Surabaya - Probolinggo memakan waktu 3 jam. Tiba di Probolinggo, kami lanjut naik mobil elf tua yang akan mengantarkan kami ke Bromo. Jangan heran jika elf ini dipenuhi para turis asing karena memang popularitasnya sudah menyebar di kalangan wisatawan dunia. Perjalanan menanjak selama dua jam ini ditemani kabut tipis dan hijaunya tanah Probolinggo. Tiba di Bromo, kami langsung mencari penginapan dan memakai pakaian tebal. Semangkuk bakso panas menemani kami menghadapi suhu Bromo 10 derajat Celsius.

Gunung Bromo dan Gunung Batok

Hari 3: Bromo - Surabaya
Pukul 3 pagi, mata kami sudah terbuka lebar untuk menyambut bersinarnya mentari dari Gunung Pananjakan. Jalur menanjak tak masalah bagi kami juga bagi puluhan bule yang jauh-jauh datang ke sini. Dinginnya angin pagi dan rintik hujan membuat kami berpakaian setebal mungkin. Sekitar pukul enam pagi, langit mulai terang. Namun sayang, sang mentari malu menampakkan sosoknya. Lingkaran kabut tebal menyelimuti langit Bromo. Kami pun sedikit kecewa tidak dapat menikmati sunrise, tetapi langkah tetap berlanjut untuk menjumpai Kawah Bromo. Terpaan hujan angin tak menghalangi niat kami untuk terus melaju menaiki anak-anak tangga Gunung Bromo. Sungguh mengagumkan sekaligus mengerikan. Hanya setengah meter jarak pijakan kami dengan lereng kawah. Namun, pemandangannya sungguh indah tak ada duanya. Usai menggigilkan diri, kami kembali ke penginapan dengan jeep sewaan. Kami akan kembali lagi ke Surabaya.

Rute Perjalanan selama di Jawa Timur

Saturday, 31 March 2012

Mimpi itu Bernama Grand Tour

Grand Tour

Masa ujian memang saat-saat yang sangat menyiksa dan waktu 24 jam sehari berasa kurang. Rutinitas belajar siang malam hingga pagi hari sebelum ujian sangat membosankan. Kemudian muncullah sebuah twit dari akun @Citilink yang akan promo besar-besaran. Daaaan ternyata memang benar, dengan harga Rp79.000 dari Jakarta bisa terbang ke Medan, Batam, Bali, dan lain-lain. Wih, ini kesempatan besar karena masa terbangnya hingga bulan Maret 2012. Tentu bukan hal yang ingin saya lewatkan.

Waktu pun terbagi antara belajar dan mempersiapkan itinerary. Tujuan awal saya adalah menuju Makassar karena saya sangat ingin ke Makassar entah kenapa. Dan apabila ke Makassar, Citilink hanya ada rute penerbangan dari Surabaya, tidak ada dari Jakarta. Akhirnya keputusan pertama dibuat, Jakarta ke Surabaya dilanjutkan Surabaya ke Makassar. Kemudian saya mengontak teman saya, Ade, apakah berminat ikut atau tidak dan jawabannya ok, jadilah kami berdua membeli tiket itu.

Kemudian kami berpikir untuk rute pulangnya. Ada ide kembali lagi via Surabaya, ada alternatif lain juga untuk langsung Makassar – Jakarta. Di saat bersamaan, kami mengajak Riyan untuk bepergian bersama, dan dia juga mau ikut. Jadi kami sekarang bertiga. Kemudian ide lain muncul, kita naik maskapai yang sama juga dari Balikpapan menuju Jakarta, jadi “mampir” Kalimantan dulu. Hm, sedikit ragu dengan ide lumayan gila ini, tiga pulau dalam satu kali perjalanan.

Pertimbangan-pertimbangan terus kami pikirkan. Hingga akhirnya setuju untuk mengambil rute Balikpapan ke Jakarta ini. Kami berpikir kalau pun tidak jadi, maka sunk cost kami hanya Rp79.000. Masalah selanjutnya adalah transportasi dari Makassar menuju Balikpapan karena Citilink ini tidak menghubungkan dua kota tersebut.

Pada suatu hari, rekan saya yang lain, Dina, mengatakan ingin ikut ke Makassar dan karena rumahnya di Bontang dia jadi bisa sekalian pulang ke rumah, akhirnya kami akan pergi berempat. Kembali ke penerbangan Makassar – Balikpapan, pada saat-saat kami bingung itu, Garuda Indonesia ternyata memiliki rute tersebut dan memberikan harga termurah, yakni Rp380.000. Wow, ini kesempatan emas, jarang-jarang naik Garuda, hehe. Akhirnya masalah terselesaikan. Yeah, menuju 3 pulau besar di Indonesia dengan 3 kali penerbangan, 31 Januari 2012: Surabaya – Makassar, 3 Februari 2012: Makassar – Balikpapan, 6 Februari 2012: Balikpapan – Jakarta.

Setelah UTS selesai, kami merencanakan destinasi wisata, moda transportasi, penginapan, dan hal-hal lain. Nah, sebelum ke Makassar kami harus ke Surabaya dulu, kami memutuskan mengunjungi Bromo dulu karena Ade sangat ingin ke sana. Kami putuskan perjalanan ke Surabaya menggunakan kereta api pada tanggal 28 Januari 2012. Untuk Makassar, kami mendapat berkah karena ditawari teman saya tinggal di Parepare, Bella, untuk bermalam di rumahnya dan sekaligus jalan-jalan ke Toraja, haduh ini bener-bener nggak bisa ditolak. Akhirnya di Sulawesi Selatan kami memutuskan menuju Bantimurung, Parepare, Toraja, dan Makassar.

Di provinsi berikutnya, Kalimantan Timur, kami merencanakan menuju 4 kota, yakni Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Bontang. Beberapa hari kemudian ada info buruk, Jembatan Tenggarong roboh dan sepertinya rencana kami ke Tenggarong dibatalkan.

Rute perjalanan kami

Rencana sudah dibuat, tinggal menunggu waktu saja, hehe. Iseng-iseng saya memberi nama untuk perjalanan ini, yakni Grand Tour. Alasannya simpel karena kami berencana akan mengunjungi 3 provinsi di 3 pulau yang berbeda, mengunjungi 8 kota, selama 9 hari 9 malam. Dan menurut kami perjalanan ini akan sangat luar biasa apabila terealisasi. Untuk biaya, estimasi kami sekitar 2 juta lebih, maksimal 2,5 juta. Persiapan sudah matang dan guidebook buatan kami sudah dibuat, Bismillah perjalanan ini kami siap dan mimpi kami kesampaian.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...