Saturday, 23 June 2012

Catatan #GrandTour (Jawa Timur)

Bersambung dari mimpi ini (lihat post ini) akhirnya perjalanan menuju Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur kesampaian juga. Catatan #GrandTour terdiri dari tiga bagian sesuai provinsi yang kami kunjungi. Pada bagian pertama ini, Jawa Timur, akan diceritakan secara singkat pengalaman selama di Surabaya, Probolinggo, dan Bromo!

Hari 1: Jakarta - Surabaya
Perjalanan kami dimulai dengan menumpang Kereta Api Gumarang tujuan Surabaya. Kereta berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta pukul 6 petang dan akan tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 6 pagi keesokan harinya. Kami memang memilih berangkat malam hari agar paginya bisa langsung melanjutkan perjalanan. Sepanjang malam, kami tertidur untuk mempersiapkan tenaga kami.

Hari 2: Surabaya - Bromo
Tiba pagi hari di Surabaya, kami langsung naik bus kota tujuan Terminal Bungurasih. Di terminal, kami rehat sejenak menikmati soto ayam dan teh manis. Kemudian kami naik bus Patas AC menuju Probolinggo. Perjalanan Surabaya - Probolinggo memakan waktu 3 jam. Tiba di Probolinggo, kami lanjut naik mobil elf tua yang akan mengantarkan kami ke Bromo. Jangan heran jika elf ini dipenuhi para turis asing karena memang popularitasnya sudah menyebar di kalangan wisatawan dunia. Perjalanan menanjak selama dua jam ini ditemani kabut tipis dan hijaunya tanah Probolinggo. Tiba di Bromo, kami langsung mencari penginapan dan memakai pakaian tebal. Semangkuk bakso panas menemani kami menghadapi suhu Bromo 10 derajat Celsius.

Gunung Bromo dan Gunung Batok

Hari 3: Bromo - Surabaya
Pukul 3 pagi, mata kami sudah terbuka lebar untuk menyambut bersinarnya mentari dari Gunung Pananjakan. Jalur menanjak tak masalah bagi kami juga bagi puluhan bule yang jauh-jauh datang ke sini. Dinginnya angin pagi dan rintik hujan membuat kami berpakaian setebal mungkin. Sekitar pukul enam pagi, langit mulai terang. Namun sayang, sang mentari malu menampakkan sosoknya. Lingkaran kabut tebal menyelimuti langit Bromo. Kami pun sedikit kecewa tidak dapat menikmati sunrise, tetapi langkah tetap berlanjut untuk menjumpai Kawah Bromo. Terpaan hujan angin tak menghalangi niat kami untuk terus melaju menaiki anak-anak tangga Gunung Bromo. Sungguh mengagumkan sekaligus mengerikan. Hanya setengah meter jarak pijakan kami dengan lereng kawah. Namun, pemandangannya sungguh indah tak ada duanya. Usai menggigilkan diri, kami kembali ke penginapan dengan jeep sewaan. Kami akan kembali lagi ke Surabaya.

Rute Perjalanan selama di Jawa Timur

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...